Jual Kopi Susu, Stok Susunya Berkurang Sendiri: Cara Kerja Komposisi Bahan
Kedai kopi, bengkel, dan toko fotokopi menjual sesuatu yang dibuat dari bahan. Ini cara mencatat stok bahannya tanpa menghitung sendok susu tiap transaksi.
Tim Selsiro4 menit baca
Cara mencatat stok bahan yang tidak membuatmu menghitung sendok susu setiap transaksi adalah menulis komposisinya sekali, lalu membiarkan setiap penjualan mengurangi bahannya sendiri. Satu gelas kopi susu terjual, 20 gram kopi dan 150 ml susu berkurang dari stok — tanpa ada yang mengetik apa pun selain “kopi susu, satu”.
Ini masalah yang dimiliki lebih banyak toko daripada yang mengira. Kedai kopi, jelas. Tapi juga bengkel yang menjual paket ganti oli, salon yang menjual creambath, toko ATK yang menjual jasa isi ulang tinta, dan warung yang menjual paket sembako. Semuanya menjual sesuatu yang bukan barang yang dibeli lalu dijual lagi, dan aplikasi kasir yang hanya mengerti beli-jual membuat stok mereka tidak pernah benar.
Kenapa stok bahan selalu salah di aplikasi kasir biasa
Aplikasi kasir yang dibuat untuk toko kelontong mengenal satu hal: barang masuk, barang keluar. Kalau kamu menjual “kopi susu” sebagai barang, stok kopi susu berkurang — tapi kopi susu bukan sesuatu yang ada di rak. Yang ada di rak adalah kopi, susu, dan gula.
Tiga cara orang mengakalinya, dan kenapa semuanya gagal:
- Tidak mencatat stok bahan sama sekali. Beli saat habis. Kamu tidak pernah tahu HPP per gelas, dan tidak pernah tahu kalau susu habis lebih cepat dari yang seharusnya.
- Mengurangi stok bahan secara manual di akhir hari. “Hari ini 40 gelas, berarti 6 liter susu.” Ini pekerjaan yang dilakukan saat capek, dan dilewati saat sangat capek.
- Mencatat bahan sebagai barang dan menjualnya per gelas. Stok kopi berkurang “1” per gelas, padahal satu bungkus kopi menghasilkan 50 gelas. Angkanya tidak berarti apa-apa.
Komposisi adalah aturan, bukan pekerjaan
Komposisi bahan (di dapur disebut resep, di pabrik disebut BOM) adalah daftar sederhana: untuk menjual satu unit ini, kurangi bahan-bahan berikut sebanyak ini.
| Kopi Susu (1 gelas) | Jumlah |
|---|---|
| Kopi bubuk | 20 g |
| Susu UHT | 150 ml |
| Gula cair | 15 ml |
| Gelas plastik + tutup | 1 pcs |
Ditulis sekali. Setelah itu, setiap kali kasir menjual kopi susu, keempat bahan berkurang sesuai jumlahnya. Tidak ada yang perlu diingat di akhir hari.
Tiga hal yang mengikuti dengan sendirinya:
- HPP terhitung. Harga modal kopi susu adalah jumlah harga modal bahannya: 20 g dari bungkus Rp 60.000/kg adalah Rp 1.200, 150 ml dari susu Rp 18.000/liter adalah Rp 2.700, dan seterusnya. Kamu tidak pernah mengetik HPP kopi susu — ia berubah sendiri saat harga susu naik.
- “Bisa dibuat berapa” terlihat. Kalau susu tinggal 1,5 liter, kamu bisa membuat 10 gelas lagi. Bahan yang paling sedikit menentukan angkanya.
- Bahan bisa diopname. Kamu menghitung susu di kulkas, bukan menebak berapa gelas yang terjual.
Tiga jenis, bukan dua
Supaya komposisi bekerja, daftar barang perlu satu jenis tambahan di samping Barang dan Jasa: Bahan. Bahan dihitung stoknya seperti barang, dibeli dari supplier seperti barang, tapi tidak dijual langsung di kasir — ia hanya berkurang lewat komposisi.
Ini menyelesaikan kebingungan yang sering muncul:
- Susu UHT adalah Bahan. Kasir tidak bisa menjualnya per liter (kecuali kamu memang menjualnya).
- Kopi Susu adalah Barang dengan komposisi. Kasir menjualnya; stoknya adalah stok bahannya.
- Ganti oli adalah Jasa dengan komposisi. Ongkosnya dibayar; olinya berkurang dari stok.
Dan kasus yang sering terlewat: satu bahan bisa juga dijual. Kertas A4 di toko fotokopi terpakai untuk jasa fotokopi (lewat komposisi) dan dijual per rim (langsung). Itu satu barang biasa yang kebetulan juga jadi bahan — tidak perlu dicatat dua kali.
Yang bukan komposisi
Komposisi adalah aturan pengurangan stok saat penjualan. Ia tidak mencatat bahwa kamu membuat 40 roti pagi ini, tidak melacak roti yang gosong, dan tidak tahu kalau adonanmu menghasilkan 38 dan bukan 40. Itu produksi, dan produksi adalah dunia yang berbeda — dengan tahapan, sisa, dan stok barang setengah jadi.
Kalau tokomu membuat sesuatu pagi hari lalu menjualnya sepanjang hari (roti, kue, nasi bungkus), komposisi masih membantu untuk HPP, tapi stok yang kamu hitung adalah stok barang jadinya. Kalau tokomu membuat sesuatu saat dipesan (kopi, ganti oli, fotokopi, creambath), komposisi adalah seluruh jawabannya.
Memulai dalam satu jam
- Tulis bahan yang paling mahal dan paling sering habis — biasanya lima sampai sepuluh. Masukkan sebagai Bahan, lengkap dengan harga modal per satuan terkecil (per gram, per ml, per pcs).
- Untuk tiga menu terlaris, tulis komposisinya. Timbang sekali; jangan menebak.
- Hitung stok awal bahan hari itu.
- Jualan seperti biasa selama seminggu.
- Hari ketujuh, hitung bahan di rak dan bandingkan dengan angka di aplikasi. Selisihnya memberitahumu apakah takaranmu benar.
Menu yang jarang laku boleh menyusul. Yang penting bahan mahalmu terlacak dari hari pertama.
Kalau aplikasi kasirmu tidak mengerti bahan
Sebagian besar aplikasi kasir untuk toko kecil tidak punya konsep ini, atau menaruhnya di paket paling atas. Di Selsiro, komposisi ada sejak paket gratis: barang atau jasa bisa diberi daftar bahan, HPP-nya dihitung dari harga modal bahan, “bisa dibuat berapa” terbaca dari bahan yang paling sedikit, dan bahan ikut dihitung saat opname. Yang tidak ada — dan memang sengaja — adalah alur produksi.