Lewati ke konten utama
Selsiro
Selsiro

Kasir

Cara Mencatat Pesanan dan DP Pelanggan Supaya Tidak Ada yang Tertukar

Pesanan yang ditulis di kertas dan DP yang dicatat di kepala adalah sumber barang tertukar dan uang hilang. Ini cara mencatat keduanya di satu nota.

Tim Selsiro4 menit baca

Cara mencatat pesanan pelanggan yang tidak pernah tertukar adalah memperlakukan pesanan sebagai nota biasa yang barangnya belum diserahkan — bukan sebagai catatan terpisah di kertas, papan, atau grup WhatsApp. Nota itu menyimpan barangnya, DP-nya, sisa tagihannya, dan tanggal janji ambilnya di satu tempat. Begitu barang diserahkan, nota berpindah status. Tidak ada yang perlu disalin dari satu buku ke buku lain.

Sebagian besar toko yang menerima pesanan — toko bangunan yang menunggu kiriman semen, toko elektronik yang memesankan kipas, toko ATK yang mencetak spanduk — mencatatnya dengan cara yang justru mengundang masalah.

Kenapa kertas di lemari selalu bermasalah

Pola umumnya: pesanan ditulis di kertas, DP dicatat di buku kas (atau tidak), barangnya datang dua minggu kemudian, dan orang yang menerimanya bukan orang yang mencatat pesanannya.

Yang biasanya terjadi:

  • DP hilang jejaknya. Uangnya masuk laci, catatannya di kertas pesanan. Saat kertas pesanan dibuang setelah barang diambil, bukti DP ikut terbuang.
  • Barang diserahkan ke orang yang salah. Dua pelanggan memesan barang yang sama. Kertasnya tidak menyebut nomor telepon.
  • Sisa tagihan ditebak. “DP-nya berapa kemarin?” ditanyakan ke pelanggan, dan pelanggan menjawab dari ingatan.
  • Pesanan yang tidak pernah diambil. Barangnya menumpuk di gudang enam bulan, tanpa ada yang tahu pesanan siapa.

Semua ini punya satu akar: pesanan dan pembayarannya dicatat di dua tempat berbeda.

Lima hal yang harus ada di setiap nota pesanan

  1. Nama dan nomor telepon pelanggan — dari daftar pelanggan, bukan ketikan bebas, supaya “Pak Budi” hari ini dan “Bp. Budi” besok adalah orang yang sama.
  2. Barangnya, lengkap dengan jumlah dan harga — seperti nota biasa. Kalau barangnya belum ada di daftar barang, masukkan dulu.
  3. DP yang diterima, dengan tanggal dan cara bayarnya. Tunai atau transfer itu penting saat mencocokkan kas.
  4. Sisa yang harus dibayar — dihitung dari total dikurangi DP, bukan ditulis tangan.
  5. Tanggal janji ambil. Ini yang membuat daftar pesanan bisa diurutkan dan yang telat bisa terlihat.

Kalau nota pesanannya sama persis dengan nota penjualan biasa plus dua hal — status “belum diambil” dan tanggal janji — kasirmu tidak perlu belajar alur baru.

Dua status sudah cukup

Godaannya adalah membuat banyak status: dipesan, dikonfirmasi, barang datang, siap diambil, diambil sebagian, selesai. Semakin banyak status, semakin sering ada nota yang statusnya salah karena tidak ada yang sempat memindahkannya.

Untuk toko yang menjual apa yang ia stok, dua status sudah cukup:

Status Artinya
Pending Barang belum diserahkan ke pembeli
Diambil Barang sudah di tangan pembeli, nota selesai

Pembatalan bukan status ketiga — nota batal tetap Pending atau Diambil, dengan tanda batal di atasnya, supaya riwayatnya tidak hilang. Dan “belum lunas” juga bukan status: itu urusan pembayaran, yang berjalan sendiri lewat piutang.

Aturan DP yang menyelamatkan kas

DP ada untuk melindungi tokomu dari pesanan yang tidak diambil. Beberapa aturan yang berhasil di toko kecil:

  • Tetapkan DP minimal dalam persen, bukan dalam rupiah, supaya berlaku untuk barang Rp 50.000 maupun Rp 5.000.000. Tiga puluh persen umum dipakai untuk barang pesanan khusus.
  • DP dicatat sebagai pembayaran pada nota, bukan sebagai pemasukan kas lepas. Dengan begitu sisa tagihannya terhitung sendiri.
  • Pelunasan saat pengambilan, dan barang tidak diserahkan sebelum lunas kecuali oleh orang yang memang diberi wewenang untuk itu. Ini keputusan pemilik, bukan kasir.
  • Pesanan lewat 30 hari dari janji ambil dihubungi. Lewat 60 hari, DP hangus sesuai aturan yang sudah kamu tulis di nota sejak awal.

Membaca daftar pesanan setiap pagi

Daftar pesanan yang masih Pending, diurutkan dari janji ambil terdekat, adalah daftar pekerjaan hari ini. Yang janji ambilnya sudah lewat berdiri paling atas, dan itulah yang perlu dihubungi.

Tiga menit setiap pagi di daftar ini mencegah dua hal: pelanggan yang datang dan barangnya belum siap, dan barang yang sudah siap dua minggu tapi tidak ada yang mengabari.

Kalau masih di kertas

Kalau kamu masih mencatat pesanan di kertas, satu perubahan kecil sudah membantu: tulis DP di kertas pesanan dan beri nomor pada kertasnya, lalu catat nomor itu di buku kas. Setidaknya keduanya bisa dicocokkan.

Di Selsiro, pesanan adalah nota biasa yang ditandai Pending, dengan tanggal janji ambil dan DP yang tercatat sebagai pembayaran pertama. Sisa tagihan terhitung sendiri, DP minimal bisa diatur dalam persen, dan menyerahkan barang sebelum lunas adalah kunci akses tersendiri yang bisa kamu berikan atau tahan per peran. Halaman penjualan menampilkan yang masih Pending diurutkan dari janji ambilnya, jadi daftar pekerjaan pagimu sudah tersusun sebelum toko buka.

Selsiro

Dicatat sekali, di meja yang sama.

Kasir Selsiro mencatat transaksi, stok, dan piutang dalam satu langkah — tidak ada buku kedua yang harus dicocokkan sore hari.

Sumber Rezeki

25/08/2026 14:32 · #0042

  • Kertas HVS A4 (2×)Rp 104.000
  • Tinta Printer 664Rp 105.000
Tunai · LunasRp 209.000
Digambar dari data contoh toko “Sumber Rezeki”, katalog yang sama yang dipakai di seluruh situs ini.